Kesalahan penjual properti yang sering terjadi

Kesalahan penjual properti yang sering terjadi
Click tombol berikut untuk berbagi :

 

Menjual properti bukanlah hal yang mudah, terlebih ketika sedang dalam keadaan keuangan yang terdesak.


Berikut adalah beberapa contoh kesalahan yang disebabkan oleh penjual seperti :


1. Tidak Memerhatikan Kondisi Rumah
Tetaplah merawat dan membersihkan rumah yang ingin Anda jual. Bersihkan semua sudut rumah Anda, dan perbaikilah bagian-bagian yang rusak dengan saksama.


2. Menetapkan Harga Terlalu Tinggi
Sebagai penjual rumah, Anda dituntut untuk mampu menetapkan harga sesuai dengan kualitas rumah yang ingin Anda jual. Memasang harga yang terlalu tinggi memungkinkan rumah Anda menjadi sulit terjual. Semakin lama terjual tentunya akan menambah pengeluaran perawatan juga, bukan?


3. Salah Memilih Agen Properti
Carilah agen properti yang benar-benar mengerti dan mampu mempromosikan rumah Anda dengan melihat reputasi penjualannya, ataupun anda dapat melakukan promosi properti sendiri di www.idproperti.com


4. Menutupi Kondisi Fatal Rumah
Usahakan untuk menjual rumah Anda dengan memberikan informasi secara transparan agar sang pembeli tidak merasa tertipu. Tentunya Anda tidak ingin mendapatkan komplain dan tuntutan hukum jika konsumen merasa tertipu setelah membeli rumah yang Anda jual, bukan?


5. Tidak Mempersiapkan Diri Secepatnya untuk Pindah
Anda wajib mempersiapkan diri untuk bersegera pindah dari rumah yang ingin Anda jual. Utamanya jika Anda telah menempati rumah tersebut dalam kurun waktu yang lama, konsumen jelas akan mempertimbangkan berbagai hal, termasuk kesiapan Anda untuk bersegera pindah rumah dari rumah yang ingin Anda jual.


6. Terlalu Sering Menolak Penawaran yang Datang
Anda berhak untuk menolak atau menerima tawaran yang datang, namun, ada baiknya untuk tidak terlalu sering menolak penawaran yang datang dan membiarkan rumah Anda terlalu lama terjual. Rumah yang lama terjual cenderung akan menurunkan minat pembelian konsumen dan cenderung berakhir dengan harga penjualan yang murah.


7. Membatasi Penggunaan Channel Pemasaran Properti Anda
Penjualan properti tidak hanya sebatas mengambil gambar properti Anda, dan menancapkan tanda “Properti Dijual” di depan rumah Anda. Untuk meningkatkan potensi calon pembeli berdatangan kepada Anda, sebaiknya pertimbangkan untuk menggunakan beragam channel pemasaran, baik online maupun offline, seperti penjualan melalui website portal properti, melakukan open house untuk properti yang akan dijual, pemasaran melalui majalah atau koran properti, memperbanyak foto-foto berkualitas dari properti yang hendak Anda jual, dan menyebarkannya di sosial media.


8. Menggunakan Kualitas Foto Yang Buruk
Sebaiknya hindari mengambil foto dengan kamera yang kurang bagus. Gunakanlah kamera yang lebih bagus dan tajam agar iklan properti anda lebih menarik.